Wednesday, November 30, 2011

Erti Kecantikan Sebenar.


Adalah kebahagiaan seorang laki-laki ketika Allah menganugrahkannya seorang isteri yang apabila ia memandangnya, ia merasa semakin sayang. Kepenatan selama di luar rumah terkikis ketika memandang wajah isteri yang tercinta. Kesenangan di luar tak menjadikan suami merasa bosan di rumah. Sebab syurga ada di rumahnya; Baiti Jannati (rumahku surgaku).



Kebahagiaan ini lahir dari isteri yang apabila suami memandangnya, membuat suami bertambah kuat jalinan perasaannya. Wajah isteri adalah keteduhan, telaga yang memberi kesejukan ketika suami mengalami kehausan. Lalu apakah yang ada pada diri seorang isteri, sehingga ketika suami memandangnya semakin besar rasa sayangnya? Konon, seorang laki-laki akan mudah terkesan oleh kecantikan wajah. Sempurnalah kebahagiaan seorang laki-laki jika ia memiliki isteri yang berwajah memikat.


Tapi pandangan ini segera dibantah oleh dua hal. Pertama, bantahan berupa fakta-fakta. Dan kedua, bantahan dari sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.


Konon, Christina Onassis, mempunyai wajah yang sangat cantik. Ia juga memiliki kekayaan yang sangat besar. Mendiang ayahnya meninggalkan harta warisan yang berlimpah, antara lain kapal pesiar pribadi, dan pulau milik pribadi juga. Telah beberapa kali menikah, tetapi Christina harus menghadapi kenyataan pahit. Seluruh pernikahannya berakhir dengan kekecewaan. Terakhir ia menutup kisah hidupnya dengan satu keputusan: bunuh diri.


Kecantikan wajah Christina tidak membuat suaminya semakin sayang ketika memandangnya. Jalinan perasaan antara ia dan suami-suaminya tidak pernah kuat.


Kes ini memberikan ibroh kepada kita bahwa bukan kecantikan wajah secara fizik yang dapat membuat suami semakin sayang ketika memandangnya. Ada yang bersifat psikis, atau lebih tepatnya bersifat qalbiyyah!


Bantahan kedua, sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Seorang wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang taat beragama nescaya kamu akan beruntung.” (HR. bukhari, Muslim)


Hadist di atas sebagai penguat bahwa kesejukan ketika memandang sehingga perasaan suami semakin sayang, letaknya bukan pada keelokan rupa secara zahir. Ada yang bersifat bathiniyyah.


Dengan demikian wahai saudariku muslimah, tidak mesti kita harus mempercantik diri dengan alat kosmetik atau dengan menggunakan gaun-gaun aduhai yang akhirnya akan membawa kita pada sikap berlebihan pada hal yang halal bahkan menyebabkan kita menjadi lalai dan meninggalkan segala yang bermanfaat dalam perkara-perkara akhirat, wal ‘iyadzubillah. Namun tidak berarti kita meninggalkan perawatan diri dengan menjaga fitrah manusia, dengan menjaga kebersihan, kesegaran dan keharuman tubuh yang akhirnya melalaikan diri dalam menjaga hak suami. Ada yang lebih berarti dari semua itu, ada yang lebih penting untuk kita lakukan demi mendapatkan cinta suami.


Sesungguhnya cinta yang dicari dari diri seorang wanita adalah sesuatu pengaruh yang terbit dari dalam jiwa dengan segala kemuliaannya dan mempunyai harga diri, dapat menjaga diri, suci, bersih, dan membuat kehidupan lebih tinggi di atas egonya.


Untuk itulah saudariku muslimah… Tuangkanlah di dalam dada dan hatimu dengan cinta dan kasih sayang serta tanamkanlah kemuliaan wanita muslimah seperti jiwamu yang penuh dengan kebaikan, perhatian serta kelembutan. Bukankah kita telah melihat contoh-contoh yang gemilang dari peribadi-peribadi yang kuat dari para shahabiyyah radiyallahu ‘anhunna…?


Janganlah engkau penuhi dirimu dengan ahlak yang selalu sedih dan gelisah, banyak pengaduan dan keluh kesah dan selalu mengancam, karena hal tersebut akan menggelapkan hatimu. Tersenyumlah untuk kehidupan. Seperti kuatnya para shahabiyyah dalam menghadapi kehidupan yang keras dan betapa kuatnya wanita-wanita yang lembut itu mempertahankan agamanya…


Perhiasan jiwa, itulah yang lebih utama. Yaitu sifat-sifat dan budi pekerti yang diajarkan Islam, yang diawali dengan sifat keimanan. Sebagaimana firman Allah, (yang artinya) “Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.” (QS. Al-Hujaraat: 7)


Apabila keimanan telah benar-benar terpatri dalam hati, maka akan tumbuhlah sifat-sifat indah yang menghiasi diri manusia, mulai dari Ketakwaan, Ilmu, Rasa Malu, Jujur, Terhormat, Berani, Sabar, Lemah Lembut, Baik Budi Pekerti, Menjaga Silaturrahim, dan sifat-sifat terpuji lainnya yang tidak mungkin disebut satu-persatu. Semuanya adalah nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada hamba-hambanya agar dapat bahagia hidup di dunia dan akhirat.


Wanita benar-benar sangat diuntungkan, karena ia memiliki kesempatan yang lebih besar dalam hal perhiasan jiwa dengan arti yang sesungguhnya, yaitu ketika wanita memiliki sifat-sifat terpuji yang mengangkat derajatnya ke puncak kemuliaan, dan jauh dari segala sesuatu yang dapat menghancurkanya dan menghilangkan rasa malunya….!


Saudariku… jika engkau telah menikah, maka nasihat ini untuk mengingatkanmu agar engkau selalu menampilkan kecantikan dirimu dengan kecantikan sejati yang berasal dari dalam jiwamu, bukan dengan kecantikan sebab yang akan lenyap dengan lenyapnya sebab.


Saudariku… jika saat ini Allah belum mengurnikan engkau jodoh seorang suami yang soleh, maka persiapkanlah dirimu untuk menjadi istri yang solehah dengan memperbaiki diri dari kekurangan yang dimiliki lalu tutuplah ia dengan memunculkan potensi yang engkau miliki untuk mendekatkan dirimu kepada Yang Maha Rahman, mempercantik diri dengan ketakwaan kepada Allah yang dengannya akan tumbuh keimanan dalam hatimu sehingga engkau dapat menghiasi dirimu dengan akhlak yang mulia.


Saudariku… ini adalah sebuah nasihat yang apabila engkau mengambilnya maka tidak ada yang akan diuntungkan melainkan dirimu sendiri.

Thursday, November 24, 2011

Tahun Baru Hijriah 1433 H


Didalam tahun baru hijriah ini selayaknya, kita sebagai muslim yang taat, bermuhasabah diri dengan semua apa-apa yang telah kita perbuat. Dan memilih semua bentuk amalan yang baik untuk tetap kita pertahankan dan kita tingkatkan kuantiti amalan yang baik untuk kita kerjakan. Dan meninggalkan semua perbuatan yang tidak bermanfaat, baik untuk diri kita ataupun orang sekitar kita.


Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru hijriah, tepatnya kita akan memasuki bulan muharram. Yang beerti kita akan meninggalkan tahun lalu, dan memasuki tahun baru hijriah, iaitu tahun baru 1433 hijriah. Adalah tahun baru hijriah, yang mana penyambutan tahun baru ini tidak selayaknya seperti orang-orang non muslim merayakan tahun baru miladiyahnya.


Didalam tahun baru ini, kita senantiasa berusaha untu menjadi hamba Allah SWT yang taat akan perintahnya, dengan menjalankan semua kewajipan dan menjauhi segala larangannya. Dan bukanlah Allah SWT telah berfirman bahwa manusia adalah hambanya yang memiliki tugas untuk beribadah. Kalaulah ditahun-tahun lalu kita masih sering melakukan berbagai kekurangan, maka marilah kita kejar kekurangan-kekurangan itu dengan semangat memperbaiki diri menuju kesempurnaan, baik itu dalam beribadah, bekerja, bermasyarakat, dan berkreasi.


Dan jika dimasa-masa lalu masih banyak berbagai kemaksiatan yang kita lakukan, maka marilah kita ganti kemaksiatan itu dengan semangat memprbanyak amalan-amalan soleh. Bilakah lagi kita memperbaiki diri, kalau bukan dimulai dari sekarang? Dan pantaskah kita menundanya? Padahal kita tidak tahu bilakah kehidpan didunia ini berakhir?. Dan juga ingatlah!.......bahwa Allah SWT tidak menjadikan kehidupan didunia ini abadi, firmannya dalam al-quran, surat al-anbiya 34-35 : Ertinya : Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu Muhammad, maka jika kalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap bernyawa akan merasakan mati, kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada kamilah kamu sekalian dikembalikan. Ayat diatas sungguh sangat jelas menerangkan, bahwa kehidupan didunia ini tidak kekal, dan semua yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.


Oleh sebab itu marilah kita isi hidup kta ini dengan memperbanyak amalan soleh, belajar dengan giat, bekerja dengan ikhlas, dan beribadah dengan hanya mengharap redha Allah SWT semata. Sekarang kita masih hidup, tetapi siapa tahu besok pagi kita akan mati. Sekarang kita masih dapat menikmati tahun baru hijriah, tetapi siapa tahu tahun depan kita akan mati.


Adalah satu riwayat yang menceritakan tentang anak Umar bin khattab, kembali pulang dari sekolahnya sambil menghitung tampalan-tampalan yang melekat dibajunya yang sudah usang dan buruk. Dengan rasa kasihan umar sang Amirul mukminin sebagai ayahnya mengirim sepucuk surat kepada bendaharawan negara, yang isinya minta agar beliau diberi pinjaman duit sebanyak 4 dirham, dengan jaminan gajinya bulan depan supaya dipotong. Kemudian bendaharawan itu mengirim surat balasan kepada umar, yang isinya demikian : wahai umar adakah engkau telah dapat memastikan bahwa engkau akan hidup sampai bulan depan?, Bagaimana kalau engkau mati sebelum melunasi hutangmu? Membaca surat bendaharawan itu, maka seketika itu juga umar tersungkur menangis, lalu beliau menasihati anaknya dan berkata : Wahai anaku, berangkatlah kesekolah dengan baju usangmu itu sebagaimana biasanya, kerana kau tidak dapat memperhatikan umurku walaupun untuk satu jam? Sungguh, batasan umur manusia tidak ada yang mengetahuinya, kecuali hanya Allah SWT semata.


Oleh kerana keterbatasan tersebut, dan kerana rahsia Allah SWT semata, maka marilah kita pergunakan kesempatan hidup ini dengan meningkatkan taqwa kita kepadanya dan menambah semangat beramal ibadah yang lebih besar lagi. Kembali kepada topik bermuhasabah diri dalam menyambut tahun baru hijriah, adalah sangat-sangat perlu bagi kita untuk berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat, penilaian dan penimbangan ini bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan kita. Tapi itu semua dilakukan untuk mengendalikan semua bentuk amalan perbuatan yang hendak kita laukakan dengan penuh pikiran, pertimbangan, dan pertanggung jawaban. Sebab dan terkadang manusia yang tidak pernah bercermin diri bagaikan binatang liar yang terlepas dari jeratan, ia akan berlari dengan sekencang-kencangnya dan melompat dengan sekuat tenaga tanpa menghiraukan kalau itu akan mebahayakannya kembali. Manusia yang demikian akan berbuat sekehendak hatinya, tanpa berpikir dan pertimbangan, yang pada akhirnya ia akan terjatuh ditempat yang sama dan meratapi perbuatannya dengan berulang-lang kali, sungguh malang nasibnya jika setiap tahun ia harus terjatuh dan terjatuh lagi ditempat yang sama.


Ada satu sabda nabi yang mengutarakan tentang perbuatan yang tercela, adalah sebagai berikut : Ertinya : Tanda kecelakaan itu ada empat:

1. Tidak mengingat ingat dosa yang telah lalu, padahal dosa-dosa itu tersimpan disisi Allah SWT .

2. Menyebut nyebut segala kebaikan yang telah diperbuat padahal siapa pun tidak tahu apakah kebaikan kebaikan itu diterima atau ditolak.

3. Memandang orang yang lebih unggul dalam soal duniawi.

4. Memandang orang yang lebih rendah dalam hal agama. Allah SWT berfirman, aku menghendaki dia sedang dia tidak menhendaki diriku, maka dia aku tinggalkan? Sungguh sangat malang dan tiada ungkapan bagi manusia yang ditinggalkan sang khaliq. Akan tetapi Allah SWT , maha bijaksana, sehingga ia tidak menghendaki hamba-hambanya terjerumus dalam kehancuran. Akan tetapi Allah SWT memberikan tuntunan hidup yang berupa agama Islam, yang didalamnya terdapat ajaran-ajaran yang menuju kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.


Oleh sebab itu berbahagialah bagi mereka yang memperoleh nikmat umur yang panjang dan mengisinya dengan amalan-amalan yang baik dan perbuatan-perbuatan yang bijak. Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya? ( HR Ahmad) Adalah suatu tindakan yang bijak, jika manusia berbuat salah kemudian ia sedar dan memperbaiki kesalahannya dengan berbuat amalan yang baik dengan komitmen tidak akan mengulangi kesalahannya itu.


Akhirnya dapat kita simpulkan bahwa :

1. Sebagai muslim yang taat dengan ajaran tuhannya, hendaklah kita menyambut tahun baru hijriah ini dengan berbuat dan memperbaiki amalan-amalan kita ditahun lalu.

2. Dan hendaklah menyambut tahun baru ini dengan tidak seperti non muslim merayakan tahun baru miladiyahnya.

3. Hidup manusia semakin hari semakin berkurang, maka layaknya manusia yang taat pada tuhannya haruslah ia mempergunakan kesempatan hidupnya didunia ini dengan sebaik mungkin. Kerana memang ajal manusia rahsia tuhan, dan jarum jam tidak akan pernah berbalik arah sudah sepantasnya manusia itu memperbaiki dirinya.


Wallahu A'lam
P/S : jangan lupa baca doa tahun baru.
klik sini : DOA TAHUN BARU

Wednesday, November 23, 2011

Cinta Terindah


Kisah indah Nabi Muhammad saw dan Siti Khadijah ra. selalu berkesan untuk dibaca. Dan entah mengapa aku tak pernah bosan membacanya. ( video )
*
Cinta sejati dan kesetiaan mencintai diukur setelah perkawinan, bahkan lebih terbukti setelah kepergian yang dicintai. Kendatipun Nabi Muhammad saw. Sangat mencintai Aisyah ra., namun cinta beliau kepada Siti Khadijah ra. pada hakikatnya melebihi cintanya beliau kepada Aisyah ra., bahkan cinta itu melebihi semua cinta yang dikenal umat manusia terhadap lawan jenisnya. Sementara hikayat tentang cinta, seperti Romeo dan Juliet, Lailah dan Majnun, tidak teruji melalui kehidupan bersama mereka sebagai suami isteri. Karena itu, sekali lagi dikatakan bahwa cinta Rasulullah saw. Kepada Khadijah ra. Adalah puncak cinta yang dimainkan oleh seorang laki-laki kepada perempuan dan sebaliknya.

Sangat besar rasa cinta Rasulullah kepada Khadijah, sampai-sampai Aisyah mengatakan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, “Tidak pernah aku merasa cemburu kepada seorang pun dari isteri-isteri Rasulullah seperti kecemburuanku terhadap Khadijah. Padahal aku tidak pernah melihatnya. Tetapi Rasulullah seringkali menyebut-nyebutnya. Jika ia memotong seekor kambing, ia potong-potong dagingnya, dan mengirimkannya kepada sahabat-sahabat Khadijah.
Maka aku pun berkata kepadanya, “Sepertinya tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah…!”

Maka berkatalah Rasulullah, “Ya, begitulah ia, dan darinyalah aku mendapatkan anak.”

Dalam suatu riwayat dikisahkan, suatu saat Aisyah merasa cemburu, lalu berkata, “Bukankah ia (Khadijah) hanya seorang wanita tua dan Allah telah memberi gantinya untukmu yang lebih baik darinya? (maksud Aisyah yang menggatikan Khadijah adalah dirinya). Maka baginda pun marah sampai bergoncang rambut depannya. Lalu baginda bersabda, “Demi Allah! Ia tidak memberikan ganti untukku yang lebih baik darinya. Khadijah telah beriman kepadaku ketika orang-orang masih kufur, ia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, ia memberikan hartanya kepadaku ketika manusia lain tidak mau memberiku, dan Allah memberikan kepadu anak darinya dan tidak memberiku anak dari yang lain.”
Maka aku berkata dalam hati,” Demi Allah, aku tidak akan lagi menyebut Khadijah dengan sesuatu yang buruk selama-lamanya.”

Ketika Aisyah ingin menampakkan kelebihannya atas Khadijah, ia berkata kepada Fatimah ra., puteri Nabi dari Khadijah ra.: “Aku gadis ketika dinikahi ayahmu sedang ibumu adalah janda ketika dinikahi ayahmu.” Rasul saw. Yang mendengar ucapan ini dari putrinya yang mengeluh bersabda: “Sampaikanlah kepadanya ; ‘Ibuku (maksudnya Khadijah ra) lebih hebat dari engkau, beliau menikahi ayahku yang jejaka, sedang engkau menikahinya saat beliau duda.”

Disamping itu Rasulullah tidak memadu Khadijah dengan wanita lain, sedang semua istri selainnya dimadu.

Teman-teman Khadiijah pun masih diingati oleh Rasul dan berpesan kepada puteri-puteri baginda agar terus menjalin hubungan kasih dengan mengirimkan hadiah-walau sederhana- kepada mereka (sahabat siti khadijah).

Ketika Fath Makkah, yakni hari keberhasilan rasul saw memasuki kota Mekkah bersama kaum Muslim, baginda berkunjung ke lokasi rumah Khadijah ra., karena rumah itu sendiri telah tiada. Beliau juga-pada hari itu- menyendiri, di tengah kesibukan bersama pasukan kaum Muslim, dengan seorang wanita tua sambil bercakap-cakap dengan wajah berseri-seri. Aisyah ra yang melihat hal tersebut bertanya:”Siapa orang itu dan apa yang dibicarakannya?” Ternyata wanita tua itu sahabat karib Khadijah ra dan pembicaraan Nabi saw dengannya berkisar pada kenangan manis masa lalu.

Gerak langkah suara dan ketukan pintu yang biasa dilakukan Khadijah ra pun terus segar dalam benak dan pikiran baginda. Suatu ketika baginda mendengar ketukan dan suara serupa. Baginda berkata:”Ini cara ketukan Khadijah. Saya duga yang datang adalah Hala ( saudara perempuan Khadijah ra.) dan ternyata dugaan beliau benar.

Demikianlah keagungan cinta Rasulullah saw. kepada Khadijah ra. Yang akan tetap terukir indah sepajang zaman.

(inteam)

(MENGHARAP UNTUK MENDAPATKAN CINTA SEPERTI SITI KHADIJAH)
: jika masih ada lagi dan apakah masih ada?
: aku hanya ingin membina cinta seperti rumah cinta rasulullah , indah dan tidak terlupakan.

Tuesday, November 8, 2011

Surat Cinta Untukmu Sahabat


Assalamu ‘alakum sahabat…
Semoga saat engkau membaca surat ini, engkau dalam keadaan tersenyum. Kerana Allah telah menghadirkan kembali rasa sayang serta KasihNya padamu. rasa yang sama saat kita bersama dulu, menjalani hari – hari penuh lelah, merangkai senyum dalam keletihan. Namun, kita menghimpunnya dalam suasana penuh cinta.


Sahabatku.
Sekali lagi aku menyapamu, untuk sebuah rasa rinduku padamu. Apa kabarmu hari ini? Dari tempat aku menulis sepucuk surat ini, aku selalu berdoa dalam segenap hatiku, agar engkau di sana tetap teguh dalam keimanan, dan Allah tak pernah hentinya mencurahkan RahmatNya padamu.


Sahabat…
Pernahkah kau berpikir mengapa Allah mempertemukan kita? Adakah semua kenangan indah yang kita alami terjadi begitu saja. Aku tak kuasa membendung butiran cinta bila merenungi semua ini. Semalam di sepertiga malamku, ku curahkan segenap rinduku pada Sang Pemberi Cinta, kerana aku tahu padaNya lah bermula rasa rinduku padamu. dan tak lupa sebait doa ku lantunkan di sepertiga malam ku itu, agar kau selalu dalam naunganNya.


Sahabat….
Terakhir kali kala kita akan berpisah, sebenarnya aku benar – benar tak kuasa melepasmu, kenangan - kenangan manis yang telah lama kita jalin, rasanya terlalu erat untuk diuraikan. Tapi senyummu ketika itu, mengisyaratkan agar aku tetap tabah. Hingga kini bila jiwaku terasa sunyi wajah ceriamu selalu hadir. Seolah engkau benar – benar ada di sampingku. Menghiburku dengan cerita – cerita indah dari syurga, cerita tentang orang – orang yang selalu dikasihi Allah kerana saling mencintai keranaNya.


Sahabat…
Suatu kali saat cahaya senja menaungiku di bibir pantai, aku termenung sambil menatap riak – riak air laut yang tenang. membiarkan angin dengan lembutnya menerpa wajahku. Mengusikku, yang kala itu sedang terkenang akan dirimu. Dan butiran beningpun kembali mengalir, sesekali riak – riak air laut menggodaku, menyentuh kakiku yang tak beralas.


Sahabatku, yang jiwamu selalu terpancar cahaya keimanan
Bila bisa memilih, aku ingin selalu setia bersamamu, mendengarkan cerita – cerita indahmu, atau menghiburmu kala kau sedang berduka. Tapi, aku mengerti bahwa sang Khaliq telah menyiapkan skenario terindahnya untuk kita, sehingga Tak ku risaukan lagi apapun takdir Tuhan tentang kita nantinya, bisa mengenalmu saja aku sudah sangat bersyukur. Aku bersyukur kerana Allah telah menghadirkan dirimu pada sepotong mozaik hidupku yang singkat ini. Sepotong kenangan indah bersamamu, mampu mencerahkan setiap langkahku.


Sahabat….
Sepucuk Surat yang engkau genggam ini, ku tulis dengan hati yang bergetar. Setiap untaian katanya adalah kuntum – kuntum rinduku padamu. aku menulisnya dengan perasaan yang sama saat kita meguncapkan janji – janji suci, bahwa kita akan bertemu kembali di tempat terindahNya, syurga firdaus. Kini, saat kita tak bersama lagi. Hanya janji suci itulah yang menguatkan aku, mengiringi langkahku dalam merangkai cita –cita.


Sahabatku,
Semenjak kita berpisah, aku telah mengenal banyak orang, bertemu bermacam rupa manusia. Namun, tak kutemukan satupun perasaan yang sama saat bersamamu. Ada kehangatan jiwa yang ku rasakan, saat kita menertawakan kebodohan
kita sendiri, kau telah mengajari aku bagaimana cara agar kita tetap tersenyum, meski takdir terasa pahit.


Sahabatku…
Ku harap engkau selalu dalam kebaikan, jagalah selalu shalatmu, tilawahmu, serta lisanmu. Sehingga para malaikat menyaksikan engkau sebagai hambaNya yang sempurna dalam keimanan. Sahabatku, ku harap pula agar engkau selalu menjaga akhlakmu di manapun engkau berada, serta kepada siapapun, kepada orang yang muda ataupun tua, bahkan kepada orang – orang yang membencimu sekalipun.
Begitu juga diriku, ku mohon agar engkau selalu mendoakanku. Agar kita bisa menjadi pribadi yang menawan kerana akhlak dan ilmu.


Sahabatku..
Seterjal apapun perjalan yang kau tempuh, sepahit apapun kisah yang kau rasa. Ku mohon padamu, janganlah pernah berpaling dari cahayaNya. Yakinlah, bahwa engkau tak pernah sendiri, Allah dengan segala kemurahanNya akan selalu membimbingmu, asal dirimu selalu menjaga waktu untuk selalu dekat padaNya.


Sahabatku yang hatinya selalu terpancar cahaya Illahi, selalu ada ruang dihatiku untukmu, kerana kau telah terlebih dahulu membesarkan hatiku. Dan aku berharap semoga kita bertemu kembali walau di tempat dan waktu yang berbeza, namun masih ada cinta di sana.


Sahabatku, yang kerana Allah aku merindukanmu.
Inilah sepucuk surat yang ku tulis untukmu, ku tulis dengan hati yang ikhlas, dengan jiwa yang basah. Semoga setelah engkau membacanya, semakin terjalinlah rasa persahabatan kita. Dan semakin semangat pula ikhtiar kita menuju jalanNya. Semoga Allah menghimpun kita di taman – taman surganya, seperti janji suci yang telah kita ikrarkan.


Wassalam

Monday, October 24, 2011

Rasa Yang Tertunda


kosong begitulah hatiku saat ini tak ada dia kamu atau mereka namun , ada segumpal hati yang kian tak mengerti dengan tangisan malam yang selalu menyertai Ku simpan penantian panjang Dengan segala kenyataan Luka yang tergores, datangkan sejuta pilu. Perih yang mengiris hadirkan tangisan rindu.. Tangisku, tangisan seribu rindu. Rintihku, rintihan penuh syahdu.. aku ingin terbang terbang dengan sayap indahku membelah langit biru menerobos angin haru demi mendapatkan cahaya suci untuk damai dalam hati kan ku simpan rinduku hingga kau datang menjemputku kerana hatiku tlah kosong kerana rindu yang tertunda

Wednesday, September 21, 2011

Sendiri Menyepi ?


Sendiri Menyepi
tenggelam dalam renungan
ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan

perlahan kucari… mengapa diriku hampa…
mungkin ada salah… mungkin ku tersesat…
mungkin dan mungkin lagi…

Oh Tuhan aku merasa
sendiri menyepi
ingin ku menangis… menyesali diri… mengapa terjadi

sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala

benderang di hidupku

Perlahan kucari… mengapa diriku hampa
mungkin ada salah mungkin ku tersesat…
mungkin dan mungkin lagi

Oh Tuhan aku merasa
sendiri menyepi…
ingin ku menangis… menyesali diri… mengapa terjadi

sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala

Oh Tuhan aku merasaaaaaaaa……
seeeeendiri…aku merasa sendiri

sampai kapan begini
resah tiada bertepi…Ooohh
kuingin cahyaMu

benderang di hidupku

by : EDCOUSTIC


Setitis air ikut mengalir dari sebuah paip/slang air di tangan seorang tukang kebun. Ia merasa dirinya seperti kekuatan raksasa yang mampu mematahkan ranting ringkih dan dedaunan kering di kebun yang gersang, kerana musim kemarau yang sangat panjang.


Tetapi, setelah paip/slang itu terserak kembali sendiri dan menempel di sehelai daun mawar yang masih menghijau. Sebutir air itu menjadi oase kecil yang amat cantik di mata seorang pelukis yang sedang memindahkan keindahan mawar itu ke atas kanvasnya yang dipesan oleh istana untuk dihadiahkan kepada tamu negara. Dan butir air itu pun terpindahkan gambarnya menjadi puncak pesona di dalam sebuah lukisan yang membuat semua orang takjub kepada kemolekannya.


Sampai akhirnya, titisan air itu merasa dirinya melayang-layang oleh bahagia. Kerana meskipun hanya setitis dan tidak lagi terkumpul sebagai sebuah kekuatan ia masih bisa memberikan erti. Lalu, butir air itu berpikir bahwa seandainya ia tidak terpercik sendirian ke atas dedaunan, tetapi tetap berkumpul dalam sebuah kungangan air, ia mungkin hanya menjadi tempat tetas nyamuk berdarah. Jadi, alhamdulillah kesendirian punya erti yang tak kecil bila disyukuri.

Wednesday, September 14, 2011

Ujian Itu Mutiara Jiwa


Hidup ini memang menyulitkan. Setiap hari jiwa kita akan teruji dan perjalanan hidup terasa semakin hari semakin sukar. Inilah kehidupan, "Dialah (Allah) yang menjadikan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapakah diantara kamu yang paling baik amalannya.".

Ya, hidup ini adalah ujian. Menafikan hakikat ini akan menjadikan kita orang yang sentiasa kecewa dan putus asa. Menerima hakikat ini menggambarkan kebijaksanaan. Kebijaksanaan yang menonjolkan kepimpinan dan ketokohan kita sebagai hamba Allah SWT.

Sememangnya kegagalan itu sering mencederakan jiwa kita. Hati kita terluka dan meninggalkan bekas terlalu lama. Bahkan ada ketikanya, ujian hidup yang dilalui terasa begitu berat dan diluar kemampuan hingga kita kehilangan pendirian dan arah tuju.

Ujian itu umpama ombak ganas yang tidak pernah mungkir untuk menerjahkan kekuatannya pada pantai yang lembut dan tidak berdaya. Namun lebih sulit lagi kedatangan ujian ini dalam bentuk yang sentiasa berubah dan dalam masa yang tidak menentu. Jiwa kita tidak akan tenang sehinggalah kita menerima lumrah kehidupan ini dengan jiwa yang pasrah dan sabar. Namun kepasrahan dan kesabaran itu tidak akan muncul hinggalah kita benar-benar menyandarkan seluruh jiwa dan harapan kita pada Pemilik kehidupan, Pemilik jiwa dan Pemilik alam yang menentukan rintangan dan perjalanan hidup kita segalanya. Kita tidak akan merasakan ketenangan sehinggalah kita benar-benar merasai hakikat kehambaan diri serta kekuasaan Ilahi.

Salah persandaran akan menjadikan kita manusia kecewa dengan segala kelemahan dan keputus asaan. Namun memilih persandaran yang betul memerlukan ilmu yang benar dan proses memahami dan mengenali hidup dan kehidupan yang sedang kita tempuhi.

Friday, July 8, 2011

Mencintai Dalam Diam

Duhai gadis, maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu..

Maka dengarlah..
Gadis, saat ku jatuh cinta,
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan..
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..

Aku tahu..
Cinta adalah fitrah, sebuah anugerah tak terperih..
Kerana cinta adalah kehidupan..
Kerana cinta adalah cahaya..
Aku tahu..
Hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gelita..
Namun..
Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn tenang..
Kerana rasa itu ibarat belenggu pelangi, dgn begitu banyak warna..
Cinta terkadang membuatmu bahagia, namun tak jarang mbuat mu menderita..
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula..

Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir..
Cinta adalah perangkap rasa..
Sekali kau salah berlaku..
Maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita..
Maka gadis,
Agar kau dapat keluar dari belenggu itu..
Dan melaluinya dengan tenang..
Maka mencintailah dalam hening..
Dalam diam..
Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari..

Namun juga, jangan kau berlebihan dalam mencintai..
Jangan kau umbar rasamu..
Jangan kau serahkan segala sukamu..
Cubalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang..
Kita percaya takdir, bukan?
Kita tahu dengan sangat jelas..
Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya?
Jadi, apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yang mengaturnya..
Dan yakinlah di tangan-Nya semua yang baik-baik saja..
Cubalah renungkan..
Dia yang kau cintai, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu..
Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan kau tangisi ketika malam..
Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?

Gadis,
Kita tak tahu dan tak akan pernah tahu..
Hingga saatnya tiba..

Maka..
Ku ingatkan padamu, tidakkah malu jika smua rasa telah kau umbar..
Namun ternyata kelak bukan kau yang dia pilih untuk mendampingi hidupnya?
Gadis,
Kerana cinta kita begitu agung untuk di umbar..
Begitu mulia untuk ditumpahkan..
Dan sedarilah gadis..
Fitrah kita wanita pemalu..
Dan kau indah kerana sifat malumu..
Lalu,
Masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah dinafikan?
Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap..

Duhai gadis..
Jadikan malu sebagai selendangmu..
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan..
Dalam jeruji kesetiaan..
Yah.. Kesetiaan padanya yang telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Luh al-Mahfuz..
Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..
Maka cintailah dalam hening..
Agar jika memang bukan dia yang ditakdirkan untukkmu..
Maka cukupalah Allah dan kau yang tahu segala rasamu..
Agar kesucianmu tetap terjaga..
Agar keanggunanmu tetap terbias..
Maka ku beritahukan padamu..
Pegang kendali hatimu, jangan kau lepaskan..
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu..
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan..
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..

Gadis..
Yang kau perlukan hanya waktu, sabar dan percaya..
Maka peganglah kendali hatimu..
Lalu, arahkan pada-Nya..
Dan cintailah dlm diam..
Dalam hening..
Itu jauh lebih baik..
Jauh lebih suci..

Kerana ALLAH aku Menunggumu

Ini bukan sekadar kata-kata agar kamu jatuh hati padaku, namun ini
adalah kejujuranku. Mengapa aku berkata seperti ini? Kerana aku menyukai
orang-orang yang mencintaiNya. ... yang mencintai RasulNya... dan denganmu...
kuharap keteguhanmu akan dapat mengajakku untuk semakin mencintaiNya. ..

Aku merindukanmu kerana Allah

Ini bukan untaian rahsia dalam hatiku untuk memikatmu. Mengapa aku
berkata seperti ini? kerana aku tahu... mengucapkan ikrar suci itu
menyempurnakan hidupku. Dan... Pernikahan adalah sunnah Rasullullah dan
Rasulullah adalah kekasih Allah. Cinta adalah anugerahNya yang ditumbuhkan
di hati orang-orang yang dikehendakiNya. Bagaimana aku tidak merindukan
kehadiranmu wahai kekasih.... to come in my life ???

Aku menunggumu kerana Allah..
ni bukan rajutan perasaan untuk sebuah penantian.
Mengapa aku berkata
seperti ini? Kerana aku tahu, diriku terlalu banyak kekurangan.. . dan
kerananya... aku memerlukan seseorang yang lebih halus untuk menaklukkan hatiku
yang tegas untuk menguatkan hatiku yang lemah dengan izinNya...

Aku tahu... terlalu banyak yang harus aku perbaiki... kerananya, aku menunggumu untuk menjadi pendamping hidupku...... untuk lebih mengajarku dengan
sabar hingga keni'matan imanku terhadapNya semakin dalam dengan
izinNya.... di setiap harinya... untuk selama-lamanya .. Amin...

Aku tahu, dalam hatiku... aku tak ingin hidup sendiri, kerananya, aku
berharap... Allah menganugerahkan padaku seorang teman untuk berkongsi
banyak hal dan menerima apa adanya diriku beserta keluargaku.. .
Kekasih... bila Engkau benar-benar ada dalam hidupku... semoga Allah
memantapkan hati kita dan mendekatkan kita di jalan yang lebih Ia Redhai
Amin...

Aku mencintaimu kerana Allah... aku merindukanmu kerana Allah dan aku
menunggumu kerana Allah... di raga manakah jiwamu bersemayam?? ?

Dari sini aku menatap jejakmu dengan raga yang menari bersama angin...
di antara gemuruh ombak kerinduanku
Rasakan getarku... yang membiarkan selarik bintang menemanimu serta untuk
menjemputku. ..
meski mungkin tak ada peta yang bisa dirimu genggam... izinkan bisik hatiku
sebagai petunjuk arahmu dengan izinNya...
Ya Rabbi... redamkanlah rinduku di jalan yang terbaik menurut Engkau untuk
dunia dan akhiratku.. Amin.... Bila kerabat dan teman tak lagi cukup untuk
menemani kehidupanku. .. maka hari itu adalah yang aku tunggu... apakah
dia, jawaban itu???

Kekasih.... .......
.