Showing posts with label Doa. Show all posts
Showing posts with label Doa. Show all posts

Wednesday, July 24, 2013

Ukhuwah Kita Bukan Ukhuwah Biasa

Buat kamu yang kucintai,   Ukhuwah kita ini bukan hanya sekadar adat kehidupan memerlukan teman atau ukhuwah yang penuh dengan rayuan. Dalam uhuwah kita, ada niat yang harus diluruskan. Ada tekad yang harus dikukuhkan. Ada tanggungan amal-amal yang harus segera ditunaikan. Ada komitmen yang harus diserahkan. Ada pengorbanan yang harus disanggupkan. 

Tidak sekadar mengungkapkan, "Ana uhibbukum lillah!" (aku mencintaimu kerana Allah). Lalu kita mengharapkan manisnya ukhuwah. Ia tidak pernah semudah itu. Kerana ukhuwah ini,Bukan ukhuwah biasa-biasa, Ia adalah cemburuan para nabi dan syuhada'. 

Sayangku , renungkanlah.. ada kalanya kita seperti dua mata Tak pernah berjumpa tapi selalu sejiwa Kita menatap kearah yang sama walau tak berjumpa  Mengagumi pemandangan indah dan berucap: subhanallah. Wahai saudaraku,  jangan pernah lepaskan tangan saudara kita yang ada di samping kita saat ini. Mari kita tunduk sejenak  dan renungkan kembali kisah kita ini.  Renungkan kembali perjalanan yang telah kita tempuh sejauh ini. Banyak hal yang kita lupakan di sepanjang jalan ini. 

Maka jangan biarkan ukhuwah ini menjadi kusut. Kerana sesungguhnya ketika ukhuwah ini kusut, maka pertanda ada di antara kita yang imannya sedang sakit. Jangan biarkan ukhuwah ini menjadi sebuah kata yang tak akan pernah ingin mendekati kita. Kerana Sesungguhnya ukhuwah ini ibarat seuntai tasbih yang ada awalnya tapi tak berpenghujung.

Thursday, May 2, 2013

Rasa Sepunya

Saudaraku, telah lama kusandarkan ukhuwah kita pada Allah. Dengan harapan akan berpanjangan. Dengan setiap asa dan nyawa ku berdoa akan diciptakan rasa sepunya. Meskipun lalang menerbangkan benih dilarut malam namun aku berlarut-larut mencari dirimu. Dengan rasa terdalam kumohon engkau tetap tinggal diruang hatiku kini dan selamanya kerana ukhuwah kita bukan kerana nama tapi kerana ingin kekal hingga ke syurga.

Tatkala engkau memeluk diriku dan mengharap sebahagian asa diriku kupindahkan padamu sesunguhnya doa-doa itu sudah lama terukir dengan tulus dengan harapan rasa sepunya tersemat dalam hatiku dan hatimu. Tatkala tanganmu menggenggam tanganku dan tangisan air matamu mengalir membasahi bahuku. Rasa sepunya lantas mengayunkan tangan memeluk dirimu dan berkata : La Tahzan, Innallaha Ma‘ana sepertimana Rasulullah S.A.W. menguatkan keyakinan Sahabatnya yang tercinta iaitu Abu Bakar R.A diruang persembunyian itu.

Aku bertatih dalam setiap langkahku, Menelusuri jalan-jalan malam ukhuwah kita, Dan menghabiskan waktu mnguis pasir dengan kaki kecil kita, Sesungguhnya saat ini aku sedang tenat, Dengan perasaan yang melankolis, Berusaha menuai makna, Tentang tangisku dan tangismu, Dalam ruang yang menyejukkan hati, Meskipun derita merajai kita.

Saudaraku… Serentak tubuhku bergetar, Mendengar keluhan dalam hatiku, Yang ingin bersenda denganmu, Satu per satu…

Seringkali…Aku melihat kegalauan kalian kita penelitian ini, Di jalan yang tak berujung bagi mata, Namun berpuncak bagi hati yang merindu syahid.

Saudaraku… Seandainya tubuhmu sedang berada di sini, Inginku peluk dengan sangat erat, Sehingga aku bisa menghapus peluhmu, Dan menata guratan wajahmu menjadi senyum.

Namun… Aku hanya bisa menjamahmu dalam doaku, Yang tidak terlalu panjang, Saudaraku… Jika kau perlu, aku ingin meminjamkan nafasku, agar kau tak lagi pengap dalam pedihnya kekecewaan Atau Kupinjamkan tanganku, Untuk mendorongmu dikala kau melemah, Bahkan mengangkatmu dari jurang keraguan, Ketika sesekali perjalanan terjal ini, Menjatuhkan hatimu dalam luka dan ragu

Demi Allah aku melihatnya, Puncak itu semakin mendekat. Aku ingin… Kita bisa bersenda gurau pada hari akhir.







Tuesday, December 11, 2012

Memoir 11 December 2004





Petang itu langkah kaki kehilangan jejak, awan tak langit menjingga. Saat mendung tak mahu beranjak, hati pun kelabu. Ketika bahagia dan tawa memenuhi ruang engkau pergi di pangkuan duka, seakan mata pun tak mampu menahan air mata, kerana engkau permata. 

Camar tak mahu lagi pulang saat kaki menguis pasir pantai di kaki gerimis, rindu padamu tak tertanggung,  saat engkau menderita dan tak mahu melihat yang lainnya berduka. Namun pemergianmu itu suatu yang tak mampu kulukiskan. Kau yang temaniku, Kau yang membuatku ingin memeluk rindu, Kau pun yang membuat  hati ini pilu, Terbalut luka sendu.

Ku masih teringat permintaanmu pada Tuhan..
Engkau meminta kepada Tuhan untuk menyingkirkan penderitaanmu, Tuhan menjawab TIDAK, itu bukan untuk Ku singkirkan, tetapi agar engkau mengalahkannya.

Engkau meminta kepada Tuhan untuk menghadirkan kesabaranmu, Tuhan menjawab TIDAK, kesabaran adalah hasil dari kesukaran, itu tidak Ku hadiahkan, itu dipelajari.

Engkau meminta kepada Tuhan untuk memberimu kebagiaan, Tuhan menjawab TIDAK, Aku memberimu berkah, kebahagiaan adalah bergantung padamu.

Engkau meminta kepada Tuhan untuk menjauhkanmu dari penderitaan, Tuhan menjawab TIDAK, penderitaan itu menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat kepada Ku.

Engkau meminta kepada Tuhan untuk menumbuhkan Imanmu, Tuhan menjawab TIDAK, kau harus menumbuhkan sendiri, tetapi Aku akan memangkas dan merapikannya untuk membuatmu berubah.

Engkau meminta kepada Tuhan untuk memberimu segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup, Tuhan menjawab TIDAK, Aku akan memberimu HIDUP sehingga kau dapat menikmati segala hal.

Engkau meminta kepada Tuhan untuk dapat membantumu mengasihi orang lain seperti Tuhan mengasihiku, Tuhan menjawab YA, akhirnya kau dpt mengerti…….
 

Semoga dirimu tenang bersemadi, dan cepat kita bertemu kembali di syurga. Gumpalan-gumpalan asa. Terterpa hembusan duka. Rasa jiwa raga tak kuasa. Menahan gejolak yang membara. Jeritan dan rintihan pilu. Bagaikan angin lalu. Tak terdengar… Dan layu…

Sahabatku, kehilangan orang yang kita cintai begitu teramat berat ,maka pilihannya hanya satu keikhlasan atau menerima ketetapan Allah akan membuat hati kita menjadi kuat dan sabar. Kehilangan atau ketiadaan orang yang kita cintai dapat terjadi tiba-tiba, tanpa pernah kita sangka dan kita duga. Jadikan, hidup ini selalu berserah dan ikhlas apapun yang Allah telah tetapkan untuk hidup kita. Bahkan kita juga harus memiliki keyakinan apapun dimuka bumi ini tidak ada yang abadi. Semua yang bernyawa pasti akan mati. “Kullu nafsin dzaiqatul maut.” Semua yang bernyawa pasti akan mati. (QS. al-Ankabut:57). Al-Fatihah.