Menurut imam al-Gazali mengatakan dalam kitab ihya ulumuddin senda gurau sangat baik untuk mewujudkan suasana berbaik-baik antara satu sama lain. Ia mengandungi kelapangan dada dan kebaikan hati. Maka ia dibenarkan dalam islam dengan syarat tidak berlebihan.
Menurut Lee Berk, M.D seorang tokoh dari Loma Linda School of medicine, California mengatakan senyuman dan ketawa yang tidak berlebihan memantapkan sistem pertahanan badan individu. Ini kerana tertawa dan senyuman meransang pengeluaran T-limfosit yang berperanan membunuh kuman-kuman dalam badan sekaligus pada masa yang sama meransang pengeluaran Gamma Interferon yang berfungsi mempercepat pengeluaran sel-sel pertahanan yang baru dalam badan.
Menurut Herbert Lefcourt, Ph.D mendapatai pengeluaran antibodi immunoglobulin A dalam air liur menurun semasa stress. Namun meningkat bagi mereka yang ceria. Immuniglobulin berfungsi mencegah saluran pernafasan diserang kuman-kuman.
Mengikut John Morreall, Ph.D (Presiden Humorworks Seminars) di florida mengatakan tertawa dan senyuman merendahkan tekanan darah dan nadi. Disamping meransang pengeluaran hormon endorfin yang berfungsi menghialng kesakitan dalam badan..
Jadi semoga ceria selalu.
Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata, Kusimpan kasih-Mu dalam dada. Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,Segera saja bagai duri bakarlah aku. Meskipun aku diam tenang bagai ikan, Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan Kau yang telah menutup rapat bibirku, Tariklah misaiku ke dekat-Mu. Apakah maksud-Mu? Mana kutahu? jadikan aku peneroka jiwa yang alpha.
Tuesday, January 19, 2010
Wednesday, November 11, 2009
Come On
Come on my sweetheart,
Let's adore one another,
before there is no more,
of you and me,
A mirror tells the truth,
Look at your grim face,
Brighten up and cast away,
Your Bitter smile,
A generous friend,
Give lifes for a friend,
Lets rise above this,
Animalistic behavior,
And be kind to one enother,
Once you think of me,
Dead and gone,
You will make up with me,
You will miss me,
You may even adore me,
Why be a worshipper of the dead,
Think of me as a goner,
Come and wake up now,
Since you will come,
And throw kisses,
At tombstone later,
Why not hive them to me now,
This is me,
That same person,
I may talk too much,
But my heart is silence,
What else can i do,
I am condemned live this life,
Spite darkens friendships
Why not cast away,
Malice from our heart..
Let's adore one another,
before there is no more,
of you and me,
A mirror tells the truth,
Look at your grim face,
Brighten up and cast away,
Your Bitter smile,
A generous friend,
Give lifes for a friend,
Lets rise above this,
Animalistic behavior,
And be kind to one enother,
Once you think of me,
Dead and gone,
You will make up with me,
You will miss me,
You may even adore me,
Why be a worshipper of the dead,
Think of me as a goner,
Come and wake up now,
Since you will come,
And throw kisses,
At tombstone later,
Why not hive them to me now,
This is me,
That same person,
I may talk too much,
But my heart is silence,
What else can i do,
I am condemned live this life,
Spite darkens friendships
Why not cast away,
Malice from our heart..
Monday, November 2, 2009
Ujian HidupKu
Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (maksudnya),
“Tidaklah menimpa seseorang yang beriman itu mengalami rasa sakit yang berpanjangan, kepayahan, penyakit dan juga kesedihan, bahkan sehinggakan kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” (Hadis Riwayat Muslim, no. 2573)
Daripada hadis ini menunjukkan bahawa kesusahan, kepayahan, kesakitan, dan juga kesedihan akan menjadi suatu medan penghapus kepada dosa-dosa yang ada padanya. Apa yang tersebut adalah menunjukkan betapa sifat Maha Kasih-sayang Allah subhanahu wa Ta’ala terhadap hamba-hambanya.
Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam, “Beritahulah kepadaku tentang penyakit-penyakit yang menimpa kami ini, apa yang kami perolehi darinya?” Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Pengampunan dosa-dosa”. Ubay bin Ka’ab berkata, “Sekalipun penyakit itu sedikit?” Beliau bersabda lagi, “Sekalipun sebuah duri dan yang lebih kecil lagi...”.” (Hadis Riwayat Ahmad, 3/23)
Silih berganti ujian datang menguji iman dihati,
Ya Allah kuatkan hati hambamu,
aku selalu lemah dalam menghadapi UjianMU.
Tunjukkan padaku bahwa ada kebaikan dalam setiap ujian yang bepanjangan..
aku perlukan pertolonganMu ya Allah.
“Tidaklah menimpa seseorang yang beriman itu mengalami rasa sakit yang berpanjangan, kepayahan, penyakit dan juga kesedihan, bahkan sehinggakan kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” (Hadis Riwayat Muslim, no. 2573)
Daripada hadis ini menunjukkan bahawa kesusahan, kepayahan, kesakitan, dan juga kesedihan akan menjadi suatu medan penghapus kepada dosa-dosa yang ada padanya. Apa yang tersebut adalah menunjukkan betapa sifat Maha Kasih-sayang Allah subhanahu wa Ta’ala terhadap hamba-hambanya.
Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam, “Beritahulah kepadaku tentang penyakit-penyakit yang menimpa kami ini, apa yang kami perolehi darinya?” Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Pengampunan dosa-dosa”. Ubay bin Ka’ab berkata, “Sekalipun penyakit itu sedikit?” Beliau bersabda lagi, “Sekalipun sebuah duri dan yang lebih kecil lagi...”.” (Hadis Riwayat Ahmad, 3/23)
Silih berganti ujian datang menguji iman dihati,
Ya Allah kuatkan hati hambamu,
aku selalu lemah dalam menghadapi UjianMU.
Tunjukkan padaku bahwa ada kebaikan dalam setiap ujian yang bepanjangan..
aku perlukan pertolonganMu ya Allah.
Pengajaran berharga
1.There are two kinds of people in this world: those who are looking for a reason and those who are finding success. Those who are looking for a reason always seeking the reasons why the work is not finished. And people who find success are always looking for reasons why the work can be completed.
2.Courage is going from failure to failure without losing enthusiasm.
3.Smile is the shortest distance between two people.
4.o make mistakes is human; to stumble is commonplace; to be able to laugh at yourself is maturity.
2.Courage is going from failure to failure without losing enthusiasm.
3.Smile is the shortest distance between two people.
4.o make mistakes is human; to stumble is commonplace; to be able to laugh at yourself is maturity.
Hidup menjadi bermakna
Hidup menjadi bermakna, sangat erat hubungannya dengan pandangan hidup yang dianut. Jika seseorang memiliki pandangan hidup (way of life) yang benar, maka peluang untuk membuat makna dalam hidupnya sangat terbuka. Sebaliknya pandangan hidup yang keliru akan membuat keliru juga dalam mengambil keputusan yang akan berakhir bukan saja hidupnya menjadi kurang atau bahkan tidak bermakna, tetapi ada kemungkinan justeru merosakkan, merosakkan dirinya dan merosakkan orang lain.
Manusia adalah makhluk psikologis yang menganut suatu makna. Dalam psikologi komunikasi ada ungkapan world don’t mean, people mean; kata-kata itu tak memiliki makna, manusialah yang memberi makna. Manusia adalah makhluk yang mampu memberi makna terhadap objek. Objek yang sama mungkin diberi makna berbeza-beza oleh orang yang berbeza. Senyum biasanya dimaknai sebagai keramahan, tetapi bagi orang yang sedang sakit hati kepada seseorang, maka senyuman orang itu boleh dimaknai sebagai penghinaan atau ejekan. Senyuman ibu tiri sering dimaknai buruk oleh anak tiri, berbeza dengan persepsi anak kandungnya. Senyuman yang sama berdampak menyejukkan bagi seseorang, dan mungkin berdampak menyakitkan bagi seseorang yang lain. Apa makna sesuatu bergantung kepada persepsi tentang fungsi dari sesuatu itu. Mata dipandang bermakna jika berfungsi untuk melihat, telinga dipandang bermakna jika berfungsi untuk mendengar,kereta dipandang bermakna jika berfungsi sebagai kendaraan, suami dipandang bermakna oleh isterinya jika ‘berfungsi’ sebagai suami, perdana menteri dipandang bermakna oleh rakyat jika berfungsi sebagai pemimpin. Begitulah seterusnya segala sesuatu, tingkat bermaknanya bergantung kepada tingkat fungsinya
Manusia hidup di muka bumi memiliki berbagai fungsi, bagi dirinya, bagi keluarganya, bagi masyarakatnya, bagi bangsanya, bagi dunia dan bagi alam sekitarnya. Ada orang yang merasa dirinya bermakna tetapi tidak dipandang bermakna oleh orang lain,sebaliknya ada orang yang merasa dirinya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa,tetapi orang lain sangat menghormatinya.
Ada orang yang tinggal berada dalam suatu lingkungan dalam waktu yang lama, tetapi kehadirannya tidak berpengaruh apa-apa bagi lingkungan masyarakatrnya maka ia tidak dipandang bermakna, hadirnya tidak membuat genap, dan kedatangannya tidak membuat ganjil. Sebaliknya ada orang yang hanya melintas sebentar dalam kehidupan masyarakat, tetapi karena kehadirannya membawa perubahan besar kepada tatanan masyarakat maka sepeninggalan orang tersebut namanya masih selalu disebut, gagasannya masih selalu didiskusikan, pendapatnya masih selalu dirujuk orang. Waktu yang sebentar tetapi fungsional dalam membawa perubahan, maka kehadiran sebentar itu dipandang sangat bermakna, sehingga mungkin nama orang itu diabadikan dalam nama jalan atau banggunan, atau bahkan banyak bayi lahir yang kemudian diberi nama dengan nama orang itu.
Hidup menjadi bermakna sangat erat hubungannya dengan pandangan hidup yang dianut. Jika seseorang memiliki pandangan hidup (way of life) yang benar, maka peluang untuk membuat makna dalam hidupnya sangat terbuka. Sebaliknya pandangan hidup yang keliru akan membuat keliru juga dalam mengambil keputusan yang akan berakhir bukan saja hidupnya menjadi kurang atau bahkan tidak bermakna, tetapi ada kemungkinan justeru merosakkan, merosakkan dirinya dan merosakkan orang lain. Pandangan hidup dipandu oleh konsep budaya dan oleh keyakinan agama. Budaya yang tinggi akan melahirkan makna penting dan besar, budaya yang rendah akan melahirkan makna yang rendah pula. Keyakinan agama yang lurus akan melahirkan kehidupan yang benar-benar bermakna, sementara akidah agama yang keliru atau sesat akan menyesatkan penganutnya pula dan berhujung pada kehadiran yang tak bermakna atau bahkan merosakkan.
Manusia adalah makhluk psikologis yang menganut suatu makna. Dalam psikologi komunikasi ada ungkapan world don’t mean, people mean; kata-kata itu tak memiliki makna, manusialah yang memberi makna. Manusia adalah makhluk yang mampu memberi makna terhadap objek. Objek yang sama mungkin diberi makna berbeza-beza oleh orang yang berbeza. Senyum biasanya dimaknai sebagai keramahan, tetapi bagi orang yang sedang sakit hati kepada seseorang, maka senyuman orang itu boleh dimaknai sebagai penghinaan atau ejekan. Senyuman ibu tiri sering dimaknai buruk oleh anak tiri, berbeza dengan persepsi anak kandungnya. Senyuman yang sama berdampak menyejukkan bagi seseorang, dan mungkin berdampak menyakitkan bagi seseorang yang lain. Apa makna sesuatu bergantung kepada persepsi tentang fungsi dari sesuatu itu. Mata dipandang bermakna jika berfungsi untuk melihat, telinga dipandang bermakna jika berfungsi untuk mendengar,kereta dipandang bermakna jika berfungsi sebagai kendaraan, suami dipandang bermakna oleh isterinya jika ‘berfungsi’ sebagai suami, perdana menteri dipandang bermakna oleh rakyat jika berfungsi sebagai pemimpin. Begitulah seterusnya segala sesuatu, tingkat bermaknanya bergantung kepada tingkat fungsinya
Manusia hidup di muka bumi memiliki berbagai fungsi, bagi dirinya, bagi keluarganya, bagi masyarakatnya, bagi bangsanya, bagi dunia dan bagi alam sekitarnya. Ada orang yang merasa dirinya bermakna tetapi tidak dipandang bermakna oleh orang lain,sebaliknya ada orang yang merasa dirinya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa,tetapi orang lain sangat menghormatinya.
Ada orang yang tinggal berada dalam suatu lingkungan dalam waktu yang lama, tetapi kehadirannya tidak berpengaruh apa-apa bagi lingkungan masyarakatrnya maka ia tidak dipandang bermakna, hadirnya tidak membuat genap, dan kedatangannya tidak membuat ganjil. Sebaliknya ada orang yang hanya melintas sebentar dalam kehidupan masyarakat, tetapi karena kehadirannya membawa perubahan besar kepada tatanan masyarakat maka sepeninggalan orang tersebut namanya masih selalu disebut, gagasannya masih selalu didiskusikan, pendapatnya masih selalu dirujuk orang. Waktu yang sebentar tetapi fungsional dalam membawa perubahan, maka kehadiran sebentar itu dipandang sangat bermakna, sehingga mungkin nama orang itu diabadikan dalam nama jalan atau banggunan, atau bahkan banyak bayi lahir yang kemudian diberi nama dengan nama orang itu.
Hidup menjadi bermakna sangat erat hubungannya dengan pandangan hidup yang dianut. Jika seseorang memiliki pandangan hidup (way of life) yang benar, maka peluang untuk membuat makna dalam hidupnya sangat terbuka. Sebaliknya pandangan hidup yang keliru akan membuat keliru juga dalam mengambil keputusan yang akan berakhir bukan saja hidupnya menjadi kurang atau bahkan tidak bermakna, tetapi ada kemungkinan justeru merosakkan, merosakkan dirinya dan merosakkan orang lain. Pandangan hidup dipandu oleh konsep budaya dan oleh keyakinan agama. Budaya yang tinggi akan melahirkan makna penting dan besar, budaya yang rendah akan melahirkan makna yang rendah pula. Keyakinan agama yang lurus akan melahirkan kehidupan yang benar-benar bermakna, sementara akidah agama yang keliru atau sesat akan menyesatkan penganutnya pula dan berhujung pada kehadiran yang tak bermakna atau bahkan merosakkan.
Sunday, October 18, 2009
Tujuan Bahtera Rumah Tangga
Kata Muraabi tujuan Rumah Tangga adalah dakwah,aku tersentap alpa. Katanya Tujuan Rumah tangga itu juga Membentuk Sakinah, Rahmah wa Mawaddah. Untuk lahirkan Zuriat yang soleh atau solehah harus terbit dari bibit yang soleh dan solehah juga.
Tatkala Sang murabbi bertanya sudah solehkah anakku untuk dirimu siap menghadapi amanah besar rumah tangga? Sang Renung kembali menjelajah ruang muhasabah untuk aku lebih tanggap atas apa yang bermain dalam benakku, Dulu sering aku diingatkan bahwa jadi soleh dulu utnuk berumah tangga seperti pesan Nabi katanya.
Kata Sang Murabbi lagi,
Anakku.. Sekarang terlalu banyak kefasiqan melanda kehidupan manusia, banyak manusia tidak mengerti erti rumah tangga. Kita lupa pada Amalan tradisi Nabi kita..
oleh itu berusahalah dirimu menjadi soleh dulu sebelum menempuh gerbang perkahwinan yang lebih berteka teki..
Tatkala Sang murabbi bertanya sudah solehkah anakku untuk dirimu siap menghadapi amanah besar rumah tangga? Sang Renung kembali menjelajah ruang muhasabah untuk aku lebih tanggap atas apa yang bermain dalam benakku, Dulu sering aku diingatkan bahwa jadi soleh dulu utnuk berumah tangga seperti pesan Nabi katanya.
Kata Sang Murabbi lagi,
Anakku.. Sekarang terlalu banyak kefasiqan melanda kehidupan manusia, banyak manusia tidak mengerti erti rumah tangga. Kita lupa pada Amalan tradisi Nabi kita..
oleh itu berusahalah dirimu menjadi soleh dulu sebelum menempuh gerbang perkahwinan yang lebih berteka teki..
Hdup ini Pilihan
hidup adalah pilihan…
Memilih atau dipilih……
atau sebaliknya…
namun yang pasti..
Jujurlah pada kata hati
Karena disanalah kau kan temukan cinta sejati…
yang menuntunmu ..
Tuk temukan teman sejati….
Ya Allah… sejujurnya ingin kuungkapkan apa yang telah meresahkan jiwa.. Tentang gundah yang menyelimuti sukma. Sejujurnya,..aku ingin berkata meski tak terwujud lewat suara.. Biarlah goresan ini menyampaikan gemuruh jiwa yang melanda..
Wahai hati.. engkau tahu bahwa gundah ini seringkali menjelma alam desah nafas dan detak-detak asa.
Wahai hati…engkau juga takkan berdusta. Akan hadirnya kesuma penyejuk sukma Ada kesejukan dari tirta tahta kencana Dalam desir bayu di ufuk mayapada.
Ya,.. aku memang tak ingin berdusta. Namun aku pun tak hendak mencetuskan rasa. Aku.. aku Cuma ingin setitis embun penyejuk kobaran angkara. Yang kan menoda fitrah cinta anak manusia.
Aku ingin berkata jujur… menepis dusta diantara rangkaian aksara yang terkata. Namun, seakan tangan kesunyian membungkam dengan erat perkasa. Hingga lisan tercekam dalam kebisuan yang nyata.
Allah… aku hambaMu dan tak kuasa bersembunyi dariMu. Allah,…Engkau juga tahu akan isi hatiku,.. Percuma saja seandainya fragmen kata dipentaskan di opera dusta, sia - sia ..
Ya Rabbi… sekali lagi aku cuma bisa mendamba, Membawa cinta dalam bait doa. Mohonkan Sang Pencipta membingkainya dengan indah..
Memilih atau dipilih……
atau sebaliknya…
namun yang pasti..
Jujurlah pada kata hati
Karena disanalah kau kan temukan cinta sejati…
yang menuntunmu ..
Tuk temukan teman sejati….
Ya Allah… sejujurnya ingin kuungkapkan apa yang telah meresahkan jiwa.. Tentang gundah yang menyelimuti sukma. Sejujurnya,..aku ingin berkata meski tak terwujud lewat suara.. Biarlah goresan ini menyampaikan gemuruh jiwa yang melanda..
Wahai hati.. engkau tahu bahwa gundah ini seringkali menjelma alam desah nafas dan detak-detak asa.
Wahai hati…engkau juga takkan berdusta. Akan hadirnya kesuma penyejuk sukma Ada kesejukan dari tirta tahta kencana Dalam desir bayu di ufuk mayapada.
Ya,.. aku memang tak ingin berdusta. Namun aku pun tak hendak mencetuskan rasa. Aku.. aku Cuma ingin setitis embun penyejuk kobaran angkara. Yang kan menoda fitrah cinta anak manusia.
Aku ingin berkata jujur… menepis dusta diantara rangkaian aksara yang terkata. Namun, seakan tangan kesunyian membungkam dengan erat perkasa. Hingga lisan tercekam dalam kebisuan yang nyata.
Allah… aku hambaMu dan tak kuasa bersembunyi dariMu. Allah,…Engkau juga tahu akan isi hatiku,.. Percuma saja seandainya fragmen kata dipentaskan di opera dusta, sia - sia ..
Ya Rabbi… sekali lagi aku cuma bisa mendamba, Membawa cinta dalam bait doa. Mohonkan Sang Pencipta membingkainya dengan indah..
Pesan Sang Murabbi
” Kekuatan kita adalah kekuatan Islam..Yang mana kekuatan inilah yang paling ditakuti dan digeruni oleh Zionis.. Dan yang paling penting, kita perlulah bergerak dan beramal dengan fikrah, kefahaman Islam yang jelas.”
Pesan Syeikh lagi dalam sabda Rasulullah S.A.W..
“Jika hari ini kita sama seperti hari semalam, maka rugilah kita.. Maka gunakanlah masamu sebaiknya.. Sepertimana kamu bekerja di dunia seperti kamu hidup di dunia selama-lamanya dan kamu beribadah seolah-olah kamu akan mati pada esok hari.. Yang pastinya, tidak mungkin kamu akan hidup selama-lamanya, tetapi jika kamu akan mati pada hari esok adalah kemungkinan yang sangat pasti..Maka utamakanlah akhiratmu..”
Syeikh juga berpesan..
” Hidup ini perlu ada tanzim/tersusun supaya kita tidak berada dalam kerugian.. Seimbangkanlah amalanmu, di mana ada masanya kamu bekerja, dan ada masamu solat, berzikir dan berwirid..”
“Hidup ini bukanlah masa untuk kita bermain-main.. Bersedialah kerana hari keberangkatan semakin hampir.. Carilah bekalan kerana safar kita jauh dan sebaik-baik bekalan adalah taqwa.. Ringankanlah kesusahanmu yang berat kerana deen ini juga berdepan dengan kesusahan kerana keadan sekarang yang dikuasai oleh orang-orang yang zalim dan pemimpinnya dikuasai oleh orang-orang yang fasiq..Orang-orang yang mengajak kepada ma’ruf dizalimi dan disekat.. Oleh itu bersedialah! Jadilah arus perubah!”
Begitulah sebahagian pesan murabbi kepada anak-anak didiknya.. Peringatan yang berguna untuk selama-lamanya.. Alhamdulillah Allah masih bagi kesempatan untuk mendapat sedikit mutiara daripada syeikh yang mana sekarang ini sudah semakin sukar untuk saya mendapatkannya..
Pesan Syeikh lagi dalam sabda Rasulullah S.A.W..
“Jika hari ini kita sama seperti hari semalam, maka rugilah kita.. Maka gunakanlah masamu sebaiknya.. Sepertimana kamu bekerja di dunia seperti kamu hidup di dunia selama-lamanya dan kamu beribadah seolah-olah kamu akan mati pada esok hari.. Yang pastinya, tidak mungkin kamu akan hidup selama-lamanya, tetapi jika kamu akan mati pada hari esok adalah kemungkinan yang sangat pasti..Maka utamakanlah akhiratmu..”
Syeikh juga berpesan..
” Hidup ini perlu ada tanzim/tersusun supaya kita tidak berada dalam kerugian.. Seimbangkanlah amalanmu, di mana ada masanya kamu bekerja, dan ada masamu solat, berzikir dan berwirid..”
“Hidup ini bukanlah masa untuk kita bermain-main.. Bersedialah kerana hari keberangkatan semakin hampir.. Carilah bekalan kerana safar kita jauh dan sebaik-baik bekalan adalah taqwa.. Ringankanlah kesusahanmu yang berat kerana deen ini juga berdepan dengan kesusahan kerana keadan sekarang yang dikuasai oleh orang-orang yang zalim dan pemimpinnya dikuasai oleh orang-orang yang fasiq..Orang-orang yang mengajak kepada ma’ruf dizalimi dan disekat.. Oleh itu bersedialah! Jadilah arus perubah!”
Begitulah sebahagian pesan murabbi kepada anak-anak didiknya.. Peringatan yang berguna untuk selama-lamanya.. Alhamdulillah Allah masih bagi kesempatan untuk mendapat sedikit mutiara daripada syeikh yang mana sekarang ini sudah semakin sukar untuk saya mendapatkannya..
Kudrat Kami Dari Allah Tapi hasil Keringat Ibu

Ibu berkata,
“Jasad tenang yang dijemput Ilahi bukanlah dagangan kaku. Tetapi, punyai jiwa dan kalbu. Punyai pertalian merah yang telah mengikat setiap daerah rasa.
Rindu mendakap kehilangan
bukanlah meratapi,
Rindu mendakap kehilangan
bukanlah tidak meredhai,
Rindu mendakap kehilangan
bukanlah menolak takdir Ilahi.
Rindu mendakap kehilangan
sengaja dibiarkan terhimpun di seluruh ruang hati,
Rindu mendakap kehilangan
punyai hak selagi roh dan jasad masih bersatu.
Kerinduan satu rasa yang setia pada setiap jiwa yang masih ada,
Anugerah kerinduan itu terlalu mahal harganya,
Anugerah agung untuk dekat pada NYA.”
Kami lalui kehidupan ini dengan seribu satu rasa yang sukar diungkap dengan kata-kata. Mana mungkin melupakan segala kekuatan dan ketabahan yang telah dipinjamkan kepada kami. Segalanya masih lagi tersisa bersama kami. Dengan anugerah rindu yang berbalam.
Wanita Perindu Syurga
Wanita perindu Allah dapat mengawal rindunya pada dunia, kekayaan, kemewahan, pembaziran, kecantikan dan segala isi dunia. Wanita ‘abidah perindu Allah dapat mengubah nafsunya daripada nafsu-nafsu jahat kepada nafsu-nafsu yang baik melalui mujahadah. Yakni daripada nafsu marah kepada memaafkan, dengki kepada kasih sayang dan. Maka jadilah wanita ‘abidah itu bagaikan tiang negara yang menyangga sesebuah negara daripada runtuh.
Sebab itu Rasulullah bersabda :
Untuk menjadi wanita ‘abidah, perindu Allah, tidak semudah menjadi wanita berkerjaya yang cuma dilatih akalnya. Sedangkan wanita ‘abidah perlukan didikan fizikal, mental dan jiwanya sekaligus. Mereka bukan sahaja diperkenalkan dengan dunia, tetapi juga dengan alam barzakh dan alam akhirat. Bahkan juga dikenalkan dengan Allah swt.
Dunia amat perlukan wanita yang tidak lagi menurutkan nafsunya tapi memusatkan perhatian dan rindunya kepada Zat yang paling hampir dengannya dan terus-menerus mengawasi hidupnya, Yakni Zat Allah SWT
Sembahyang yang dilakukan merupakan pertemuan dan penyerahan dirinya secara total kepada Allah. Ia dirasakan terlalu indah dan amat bermakna. Setiap ucapan dihayati dan dilafazkan dengan penuh kusyuk. Rukun-rukun fi’li dikerjakan dengan komitmen jiwa yang penuh kehambaan. Dan perilakunya sewatu mengadap Allah, seolah-olah takut dan hormat sekali. Maka hasil daripada ucapan dan perbuatan dalam sembahyang, wanita ‘abidah mendapat rasa tawadhuk, tawakkal, rendah diri, takut, cinta, yakin, rindu dan kagum kepada Allah kekasihnya. Itulah iman dan taqwa.
Orang yang berakhlak sahaja yang boleh bahagia tatkala ditimpa ujian. Tanpa akhlak, tidak akan ada seorang pun manusia yang dapat merasa bahagia hidup di dunia.
Kerana, hidup ini memang tidak akan lepas daripada ujian. Siapa yang tidak bahagia dunia nescaya tiada harapan untuk bahagia di akhirat.
Gabungan rasa-rasa itu mencetuskan akhlak yang sangat agung; sabar, redha, penyayang, pemaaf pemurah, rendah diri dan lain-lain lagi. Akhlak-akhlak yang mulia ini lebih mahal daripada sijil dan harta-harta duniawi, sebab ia dapat mncegah daripada perbuatan keji dan mungkar .
Bila seseorang itu kenal akhirat dan Allah, dunia ini menjadi kecil baginya. Hidupnya tidak lagi untuk memburu dunia tetapi memburu syurga di akhirat. Mereka tidak lagi merindukan kenikmatan sementara tetapi mengalihkan rindunya kepada Allah swt. Umur dihabiskan untuk beribadat kepada Allah. Apa juga kerja yang dibuat, semuanya untuk dan kerana Allah. Dan itulah yang Allah minta untuk kita lakukan. Firman Nya:
“Dunia ialah perhiasan. Sebaik-baik hiasan ialah wanita solehah.”
Sebab itu Rasulullah bersabda :
Untuk menjadi wanita ‘abidah, perindu Allah, tidak semudah menjadi wanita berkerjaya yang cuma dilatih akalnya. Sedangkan wanita ‘abidah perlukan didikan fizikal, mental dan jiwanya sekaligus. Mereka bukan sahaja diperkenalkan dengan dunia, tetapi juga dengan alam barzakh dan alam akhirat. Bahkan juga dikenalkan dengan Allah swt.
Dunia amat perlukan wanita yang tidak lagi menurutkan nafsunya tapi memusatkan perhatian dan rindunya kepada Zat yang paling hampir dengannya dan terus-menerus mengawasi hidupnya, Yakni Zat Allah SWT
Sembahyang yang dilakukan merupakan pertemuan dan penyerahan dirinya secara total kepada Allah. Ia dirasakan terlalu indah dan amat bermakna. Setiap ucapan dihayati dan dilafazkan dengan penuh kusyuk. Rukun-rukun fi’li dikerjakan dengan komitmen jiwa yang penuh kehambaan. Dan perilakunya sewatu mengadap Allah, seolah-olah takut dan hormat sekali. Maka hasil daripada ucapan dan perbuatan dalam sembahyang, wanita ‘abidah mendapat rasa tawadhuk, tawakkal, rendah diri, takut, cinta, yakin, rindu dan kagum kepada Allah kekasihnya. Itulah iman dan taqwa.
Orang yang berakhlak sahaja yang boleh bahagia tatkala ditimpa ujian. Tanpa akhlak, tidak akan ada seorang pun manusia yang dapat merasa bahagia hidup di dunia.
Kerana, hidup ini memang tidak akan lepas daripada ujian. Siapa yang tidak bahagia dunia nescaya tiada harapan untuk bahagia di akhirat.
Gabungan rasa-rasa itu mencetuskan akhlak yang sangat agung; sabar, redha, penyayang, pemaaf pemurah, rendah diri dan lain-lain lagi. Akhlak-akhlak yang mulia ini lebih mahal daripada sijil dan harta-harta duniawi, sebab ia dapat mncegah daripada perbuatan keji dan mungkar .
Bila seseorang itu kenal akhirat dan Allah, dunia ini menjadi kecil baginya. Hidupnya tidak lagi untuk memburu dunia tetapi memburu syurga di akhirat. Mereka tidak lagi merindukan kenikmatan sementara tetapi mengalihkan rindunya kepada Allah swt. Umur dihabiskan untuk beribadat kepada Allah. Apa juga kerja yang dibuat, semuanya untuk dan kerana Allah. Dan itulah yang Allah minta untuk kita lakukan. Firman Nya:
“Dunia ialah perhiasan. Sebaik-baik hiasan ialah wanita solehah.”
Subscribe to:
Posts (Atom)
